kuberbisik pada bulan
tentang cinta yang tak kunjung padam
meski ia telah membakar ilalang,
menggunduli hutan
sirnakan ketenangan
aku lelah dengan semua prasangka
kuingin membelai awan,
iringinya kemana ia berjalan
kadang diam
tak jarang bertiup kencang
sesuai perintah yang tlah digariskan
* grabbed from life wanderernya k irfan (http://beninghati.blogs.friendster.com (dengan izin lho...)
ga jelassssss^_^
Monday, October 8, 2007
bukan puisiku...
Posted by
Biru hati
at
12:31 AM
0
comments
Thursday, January 4, 2007
untuk orang-orang yang berhasil menyakitiku
Ketika menyerah adalah jalan yang termudah,
Maka kemarahan ini akan selalu ada.
Mungkin memaafkan tidak akan membuat semuanya kembali
Tapi setidaknya aku dapat meneruskan hidupku lagi
Terimakasih untuk mengajari banyak hal.
Posted by
Biru hati
at
4:10 PM
0
comments
if i'm in love
YA ALLAH…..Jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu
YA MUHAIMIN…Jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
YA ALLAH….Jika aku jatuh hati, ijinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu
YA RABBANA….Jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu
YA RABBUL IZZATI…Jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu
YA ALLAH….Jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu
YA ALLAH…Jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, jagalah kenikmatan itu agar tidak melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhir-Mu
YA ALLAH… Jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu
YA ALLAH….Jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu
YA ALLAH…Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah terhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU dan telah terpadu dalam Membela syariat-Mu. Penuhilah hati-hati inid engan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan.Amin..Ya Rabbal ‘Alamin
Posted by
Biru hati
at
4:08 PM
0
comments
sampaikan...
Sampaikan
Tangisku pada kurus tulang-tulang
Sedihku untuk sinar wajah redup kehilangan matahari
Maafku untuk cekung iris mata yang berenang-renang kolam darah.
Perih.
Maafkan aku hanya bisa melewatinya
Gesa
Katakan sesalku pada ranting-ranting patah –kering-
Sebab aku hanya bisa menadah tetes demi tetes air langit
Air wudhu terakhirmu nan sendu tak perlu kuseka
Biarkan ia menjadi basahnya jiwa
Dari lorong- lorong pucat rumah sakit:
Infus, karsinoma dan ketabahan
Posted by
Biru hati
at
4:05 PM
0
comments
Aca ca fighting
ACA CA FIGHTING!
:Martina Rahmi:
Tak ada manusia yang bisa menahan laju umurnya. Dikehendaki atau tidak, kehidupan terus berlangsung menambah beban hari dalam perjalanannya. Bayi menjadi anak kecil, anak kecil menjadi remaja, remaja menjadi dewasa, dewasa menjadi tua dan seterusnya.
Juga ketika harus menyandang gelar manusia bergolongan pemuda, itu juga bukan pilihan. Suatu saat tiba-tiba saja kita tersadar bahwa kita sudah menjadi pemuda. Dan menjadi pemuda adalah suatu yang berat bila dapat difahami bahwa pemuda tidak hanya berdefinisi umur sekian sampai sekian, namun terutama adalah karena tugas-tugas di bahunya.
Ada yang sudah dari jauh hari menyiapkan diri untuk menyambut kedatangannya. Mereka dari dini sudah menambah ilmu dan informasi, mengikuti kajian-kajian, belajar mengambil tanggung jawab dan mulai memberanikan diri keluar dari “comfort zone” atau Zona nyaman mereka selama ini. Mereka sudah bersiap-siap hidup bukan untuk kesenangan pribadi mereka semata. Jenis pemuda seperti ini tidak akan terkejut banyak lagi setelah menapaki usia pemuda sesungguhnya. Sebaliknya, mereka bahkan sudah matang untuk berdaya guna bagi diri mereka sendiri dan orang lain.
Namun tidak bisa dinafikan, begitu banyak yang menanggung nama pemuda tanpa diiringi kesiapan melaksanakan konsekuensinya. Usia mereka mendahului kedewasaan mereka, atau lebih tepatnya kedewasaan mereka jauh tertinggal di belakang usia mereka. Jiwa dan sikapnya masih dicoraki dominan oleh kemanjaan anak kecil walau dalam bentuk yang berbeda. Masih saja menuntut hak tanpa ingat kewajiban, masih saja suka mengutuki keadaan tanpa ada usaha mengubahnya, masih terlena oleh kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh orang lain, tidak ada kreatifitas dan inovasi berdikari, masih ingin selalu dibenarkan alasan-alasan pembenaran dirinya dan masih berfikiran bahwa segala hal yang tidak menyangkut kepentingan pribadinya adalah sama sekali bukan urusannya. Pemuda seperti ini adalah jenis pemuda yang akan menarik selimut cepat-cepat dan menutupkan bantal kuat-kuat ke telinga ketika mendengar berita masalah-masalah di sekitarnya. Mereka ingin hidup tenang dengan ketidaktahuan dan ketidakperdulian itu. Maka bagaimanakan tugas pemuda sebagai agent of change (agen perubah) dilaksanakan bila pengembannya adalah manusia yang tidak mau tahu dan tak pernah merasa ada yang perlu diubah? Dan duhai, bangsa kita memiliki banyak mereka.
Sesungguhnya, negara ini merindukan kaum pemuda yang cemas. Pemuda-pemuda yang cemas hatinya ketika menyaksikan arus keterbelakangan, kemiskinan, kenestapaan dan kerusakan sosial bangsanya. Sehingga, terpecut fikirannya untuk segera mencari konsep, jalan terbaik dan secepatnya bergerak menuju pintu keluar, sekecil apapun langkah yang bisa ia tempuh.
Pemuda. Begitu banyak yang dimilikinya. Sigapnya jasad, segarnya otak, hormon-hormon yang masih bekerja aktif dan dinamitas yang dikaruniakan Allah adalah modal besar untuk pemuda. Namun sayang, tidak banyak yang bisa menggunakannya secara benar, apalagi optimal. Seperti narkoba dan free sex, begitu banyaknya yang berasal dari rasa keingintahuan. Tawuran dan perkelahian, begitu juga. Ia sering bentuk ekspresi dari keloyalan dan keaktifan. Sungguh, suatu potensi yang andai dikelola dengan benar, akan bisa menjadi kekuatan besar.
Karakter seperti ini sebenarnya tidak terbentuk karena faktor pemuda sendiri saja. Namun lingkungan juga memiliki porsi besar dalam mewarnainya. Masyarakat masih sering berbicara bahwa “pemuda sukses adalah pemuda yang kaya” sehingga tidak sengaja tujuan hidup pemuda terarahkan kepada lembaran-lembaran uang semata. Minat ingin mengetahui, meneliti dan memberi tertutupi oleh kebutuhan-kebutuhan materi, sehingga ide-ide itu tersimpan mengeriput di ujung hati saja. Media massa juga adalah bagian khusus dari lingkungan yang ikut membantu kampanye sikap statis ini. Mereka lebih sering menceritakan keputusasaan akan masalah bangsa dan lebih suka menayangkan gambaran hidup penuh kesenangan yang sebenarnya hanya dimiliki segelintir orang. Sangat jarang sekali ditampilkan misalnya, tentang penghargaan bagi perjuangan seseorang yang begitu tabah dan tangguh dalam memperjuangkan kebaikan untuk masyarakat. Dan pemuda kita semakin meringkuklah, menjadi penentu bangsa tampak sangat jauh dari genggaman karena merasa tidak punya apa-apa dan tidak tahu ke mana. Sehingga, dipilihlah pilihan yang paling mudah: Menjadi orang biasa-biasa saja.
Namun sejarah memperlihatkan ada pengecualian-pengecualian di setiap zaman. Al-Fatih Murad, seorang pemuda yang pada usianya baru 23 tahun telah dapat mewujudkan cita-cita bangsanya selama 8 abad: Pembebasan konstatinopel dari penjajahan Romawi. Imam Syahid Hasan Al-Banna, pada usia muda telah menjadi pembaharu yang begitu cemerlang di negaranya dan menjadi inspirasi bagi dunia. Dan dari negara kita sendiri, Jonathan, seorang pemuda yang mencengangkan tidak hanya bagi negara-negara lain, tapi bahkan bagi negaranya sendiri. Ia, seseorang yang berasal dari Negara penuh masalah, berhasil mendapat gelar tertinggi, The absolute winner Olimpiade Fisika yang diadakan di Singapura baru-baru ini.
Apa yang membedakan mereka? Semangat. Semangat yang ditumbuhkan harapan demi harapan. Harapan akan perbaikan, harapan akan cita-cita tinggi, harapan akan perubahan. Mungkin kebanyakan orang sudah menganggap keadaan adalah kodrat yang tak bisa diubah, namun pemuda unggulan tidak berfikir menurut orang kebanyakan. Baginya, haram untuk kalah sebelum berjuang, kunci perubahan ada di tangan manusia dan ia dengan sigap mengambil peran di dalamnya.
Dan sumber harapan dari segala harapan adalah Dia. Ya, dengan meyakini janji-janji-Nya, visi kehidupan akan menjadi jelas, lurus dan tidak gamang. Dia juga muara semangat yang airnya tak pernah habis. Karena ia tahu bahwa kewajibannya hanya berjuang, berhasil atau tidak, itu adalah sunatullah yang sama sekali bukan urusannya.
Mungkin semangat bukan segalanya, namun ia bagian penting dari perjuangan. Seperti saya misalnya dalam hal tulis menulis. Sebenarnya banyak cara dalam menyelesaikan tulisan dengan konsisten, tapi bagi saya, saya harus menentukan judul lebih dahulu sebagai motor semangat, sehingga saya diarahkan untuk terus menulis.
Tulisan ini terlalu muluk bila dibilang sebagai salah satu wacana solusi namun cukup bagi saya bila ada satu-dua hati tersentuh dan mulai berani menentukan “judul” perjuangannya masing-masing.
Dan mari kita berseru bersama-sama Ji En, tokoh utama di serial Full House itu yang berusaha bertahan dalam kisruh rumah tangganya dengan kalimat ini: A ca ca Fighting! Bersemangat!
----- fin.lomb.pen.kep.nas:)-----
Posted by
Biru hati
at
4:04 PM
0
comments
sandaran hati
yakinkah ku berdiri
di hampa tanpa tepi
bolehkah aku
mendengarMu
terkubur dalam emosi
tanpa bisa bersembunyi
aku dan nafasku
merindukanMu
terpuruk ku di sini
terangi dia yang sepi
dan ku tahu pasti
Kau menemani
dalam hidupku
kesendirianku
teringat ku teringat
pada janjiMu ku terikat
hanya sekejap ku berdiri
kulakukan sepenuh hati
peduli ku peduli
siang dan malam yang berganti
pedihku ini tak ada arti
jika Kaulah sandaran hati
inikah yang Kau mau
benarkah ini jalanMu
hanyalah Engkau yang kutuju
pegang erat tanganku
bimbing langkah kakiku
aku hilang arahtanpa hadirMu
dalam gelapnya
malam hariku
(-letto lagi-Allah, i lie on You..)
Posted by
Biru hati
at
3:59 PM
0
comments
...........(1)
Dan aku mulai takut terbawa cinta
menghirup rindu yang sesakkan dada
kau datang dan pergi begitu saja
smua kutrima apa adanya,,
mata terpejam dan hati menggumam
di ruang rindu
Jalanku hampa dan kusentuh Dia
..............
terasa hangat di dalam hati
(letto,untuk ruang rindu itu)
Posted by
Biru hati
at
3:56 PM
0
comments
afektif bipolar episode depresif
.......................
Biar aku menepi
.....................
Bila tak juga pasti
................................
...............................
Posted by
Biru hati
at
3:55 PM
0
comments
the magical visitor
The Magical Visitor
Tamu agungku akan datang
Ingin kumeretas senyum yang tersisa
Ingin kumemeluknya dengan airmata penuh cerita
Inginku menjamunya dengan manis kesturi surga
Cukup sudah perjalananku yang berdebu
Jejalkan sesak dan kerak
Membungkusi sampah dari hari ke hari
Berat sudah pahit ini
Wahai tamu, betapa engkau kurindu
Tapi akankah kau akhirnya kecewa
Menyaksikan penghuni rumah lebih banyak tertawa dan bersenda
Lembar-lembar tilawah tergilas di jalan
Sujudku tersapu gesa
Doaku yang hanya sebatas kata, itu pun tak seberapa
Kau mungkin tahu,
Dari purnama ke purnama,
Kau datang pada hamba –hamba yang tak tahu diri
Tapi, bukan Allah kalau pernah lelah
Bukan Dia bila tidak Maha Mencinta
Dia yang meyakinkanku
Dalam dunia yang sibuk ini
Aku masih bisa selalu berharap
Ada hening sesaat
Untuk menepi.
Maka, cicipilah hidanganku, tuan
Walau hanya sekelumit kurma yang pahit
Semoga Sang Pengutus izinkan
Dirimu datang tiap hari.
B. y. R. a. h. m. i.
==Ramadlon, Akankah lagi sia-sia?==
Posted by
Biru hati
at
3:53 PM
0
comments
the rain...
When you get caught in the rain
With nowhere to run
When you’re distraught And in pain
without anyone
When you keep crying out to be safe
but nobody comes
And you feel so far away
That you just can'tFind your way home
You can get there alone, it’s ok
Once you say
And if you keep falling down
Don’t you dare give in
You will arise safe and sound
So keep pressing on steadfastly
And you’ll find what you need to prevail
Once you say
I can make it through the rain
I can stand up once again
On my own and I knowThat I’m strong enough to mend
And every time I feel afraidI hold tighter to my faith
And I live one more day
And I make it through the rain
And when the wind blows
And shadows grow close
Don’t be afraid
There’s nothing you can’t face
And should they tell you
You’ll never pull through
Don’t hesitate
Stand tall and say
i can make through the rain
========================M.C,through the rain...
Diam dalam diam…
Kadang keterasingan membuat kita lebih mengenal Tuhan
Begitu sombongnya kah aku?
Untuk percaya
Hidup dan mati adalah...
Allah saja.
Posted by
Biru hati
at
3:52 PM
0
comments



